Lima Hari Air PDAM Mati Total, Warga Perumahan Tugu Asri Kab. Semarang Mengeluh: “Kalau Tak Ditindaklanjuti, Kami Menghadap Bupati

Kab.Semarang|Semarjoglo.com– Pelayanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang kembali mendapat sorotan. Warga Perumahan Tugu Asri, Kabupaten Semarang, mengeluhkan aliran air PDAM yang sudah lima hari mati total, terhitung sejak Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu. Mulai dari mandi, memasak, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya terpaksa dilakukan dengan cara mencari sumber air alternatif.

Sejumlah warga yang ditemui awak media mengaku kecewa karena laporan mengenai matinya aliran air tersebut disebut telah disampaikan kepada petugas, namun hingga Rabu, 7 Oktober 2026, belum ada tindakan nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.

Salah satu warga, Adhi Anggoro, mengungkapkan bahwa matinya aliran PDAM bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi sudah masuk pada persoalan kebutuhan dasar masyarakat.

“Sejak hari Sabtu, 3 Oktober 2026, aliran air di perumahan kami mati. Sudah kami laporkan kepada petugas, tetapi sampai hari ini belum dilakukan tindakan apa pun,” ujar Adhi.

Menurutnya, warga benar-benar kerepotan karena air merupakan kebutuhan utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih, sebagian besar keluarga di lingkungan tersebut memiliki anak-anak, mulai dari balita hingga anak usia sekolah.

“Kami seluruh warga benar-benar kerepotan ketika mau beraktivitas, mandi, masak, mencuci dan sebagainya. Mengingat di lingkungan kami rata-rata mempunyai anak-anak kecil, mulai balita hingga anak-anak sekolah,” jelasnya.

Lima Hari Tanpa Air, Respons Dipertanyakan

Persoalan yang menjadi sorotan warga bukan hanya mengenai terhentinya distribusi air, tetapi juga respons terhadap laporan pelanggan.

Warga mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut petugas setelah keluhan disampaikan. Sebab, ketika kebutuhan dasar masyarakat terganggu selama berhari-hari, kecepatan penanganan seharusnya menjadi prioritas.

“Pripun niki, Mas, warga benar-benar kerepotan. Kalau memang sampai hari ini laporan kami tidak ditindaklanjuti, maka besok kami bersama warga yang lain akan menghadap Bupati Kabupaten Semarang,” tegas Adhi.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kekecewaan warga mulai memuncak. Warga berharap pemerintah daerah tidak menganggap persoalan tersebut sebagai gangguan pelayanan biasa, mengingat air bersih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Warga Minta Kejelasan, Bukan Sekadar Menunggu

Warga Perumahan Tugu Asri berharap pihak PDAM Kabupaten Semarang segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab matinya aliran air serta langkah konkret yang dilakukan untuk mengatasinya.

Jika memang terdapat kerusakan jaringan, gangguan teknis, persoalan pompa, distribusi maupun faktor lainnya, warga meminta informasi tersebut disampaikan secara jelas kepada pelanggan, termasuk kepastian kapan aliran air kembali normal.

Lima hari tanpa air bukan waktu yang singkat bagi masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan rumah tangga setiap hari.

Karena itu, persoalan ini menjadi ujian bagi kualitas pelayanan publik PDAM Kabupaten Semarang. Jangan sampai masyarakat yang sudah membayar kewajibannya sebagai pelanggan justru harus berulang kali mengadu hanya untuk mendapatkan hak atas layanan dasar.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PDAM Kabupaten Semarang mengenai penyebab gangguan dan kapan aliran air di Perumahan Tugu Asri akan kembali normal.

Warga pun berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian, sebelum keluhan berkembang menjadi aksi warga untuk meminta langsung perhatian Pemerintah Kabupaten Semarang.

(Ar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *