LPK Serbaindo Wisuda 95 Peserta, Salatiga Jadi Proyek Percontohan Rekrutmen 45.000 Penerima Beasiswa Jepang

Salatiga|Semarjoglo.com– Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo kembali mencetak lulusan siap kerja melalui kegiatan wisuda ke-14 yang diikuti sebanyak 95 mahasiswa dan mahasiswi. Momentum wisuda tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan program penyiapan sumber daya manusia Indonesia untuk mendapatkan kesempatan pendidikan dan bekerja di Jepang.Rabu (26/8/2026).

Dalam sambutannya, pihak LPK Serbaindo mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan sebuah proyek besar berupa rekrutmen hingga 45.000 kandidat penerima beasiswa ke Jepang yang direncanakan berjalan secara bertahap hingga tahun 2030.

“Untuk hari ini, di kelas ini kita wisuda ke-14 sebanyak 95 orang mahasiswa dan mahasiswi. Kita juga akan launching project bersama Kementerian Desa, yaitu rekrutmen 45.000 beasiswa ke Jepang,” ungkapnya.

Menurut penjelasan yang disampaikan, nilai program beasiswa tersebut mencapai sekitar Rp980 juta untuk setiap peserta. Dengan jumlah target 45.000 peserta, potensi nilai keseluruhan program disebut dapat mencapai angka sekitar Rp20 triliun.

Program tersebut direncanakan sebagai proyek multiyears hingga tahun 2030, dengan target penyelesaian sekitar 15.000 peserta setiap tahunnya.

Kebutuhan Caregiver Jepang Masih Sangat Besar

Salah satu bidang yang menjadi fokus utama dalam program tersebut adalah caregiver atau tenaga perawat lansia. LPK Serbaindo selama ini dikenal memiliki spesialisasi dalam mempersiapkan tenaga kerja di bidang tersebut.

Kebutuhan tenaga caregiver di Jepang dinilai masih sangat besar. Bahkan hingga tahun 2050, kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut disebut mencapai sekitar 2,3 juta orang.

“Paling banyak tetap caregiver, karena kita memang spesialis caregiver. Sampai tahun 2050 pun kebutuhan caregiver di Jepang itu 2,3 juta jiwa. Jumlah yang sangat besar,” jelasnya.

Selain program caregiver, LPK Serbaindo juga menyiapkan sejumlah proyek lain yang diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh peluang kerja di luar negeri.

Salatiga Jadi Proyek Percontohan

Dalam pelaksanaan rekrutmen nasional tersebut, Kota Salatiga direncanakan menjadi proyek percontohan atau pilot project.

Model rekrutmen dan persiapan kandidat yang diterapkan di Salatiga nantinya diharapkan dapat menjadi pola yang dikembangkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

LPK Serbaindo juga telah menyiapkan lima titik konsentrasi di Kota Salatiga yang akan menjadi pusat persiapan bagi para kandidat sebelum keberangkatan ke Jepang dalam skala nasional.

“Untuk rekrutmen tadi, Kota Salatiga dijadikan project percontohan perekrutan. Nanti wilayah-wilayah lain ketika dijalankan akan di-copy paste,” ujarnya.

Program rekrutmen juga direncanakan dilakukan secara nasional melalui platform beasiswajepang.id. Untuk tahap awal, sesuai arah program yang disampaikan, kegiatan akan difokuskan di 12 provinsi, mulai dari Bengkulu hingga Nusa Tenggara Barat.

Setiap desa nantinya direncanakan dapat mengirimkan tiga kandidat, yang selanjutnya akan melalui proses seleksi, termasuk psikotes, untuk mengetahui potensi dan spesialisasi pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di Jepang.

Kuliah Dua Tahun, Dapat Beasiswa dan Uang Saku

Menariknya, peserta yang lolos dalam program beasiswa tersebut akan mendapatkan kesempatan menjalani pendidikan selama dua tahun di perusahaan Jepang melalui sistem ikatan dinas.

Beasiswa disebut mencakup biaya pendidikan dengan nilai sekitar Rp980 juta, termasuk uang saku bulanan yang disampaikan mencapai sekitar Rp17 juta.

Selama mengikuti program, peserta akan menjalani sistem pendidikan sambil bekerja. Setelah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh kualifikasi setara Diploma 2 (D2), peserta akan melanjutkan masa kontrak kerja selama lima tahun di Jepang.

“Kalau untuk beasiswa, kuliahnya dua tahun di perusahaan dengan sistem ikatan dinas. Jadi perusahaan di Jepang yang memberikan beasiswa full selama dua tahun. Termasuk uang saku tiap bulan Rp17 juta. Sambil mereka bekerja, sambil mereka kuliah,” terangnya.

Setelah masa kontrak kerja selesai, peserta disebut tetap memiliki peluang untuk memperpanjang masa kerja sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan perusahaan di Jepang.

Selain itu, LPK Serbaindo juga menyampaikan adanya program baru yang akan dikembangkan pada tahun mendatang di Jepang, yakni program Tokutei, yang disebut memiliki spesifikasi dan standar kemampuan bahasa lebih tinggi dibandingkan program sebelumnya.

Melalui wisuda ke-14 yang meluluskan 95 peserta tersebut, LPK Serbaindo berharap semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki kompetensi, keterampilan, serta akses terhadap peluang pendidikan dan pekerjaan internasional.

Program rekrutmen dan beasiswa ke Jepang ini diharapkan tidak hanya membuka jalan bagi pencari kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *